PERKEMBANGAN BAHASA

Pengertian Bahasa
Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, tercakup semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dala bentuk lambing atau simbol untuk mengungkapkan sesuatu pengertian, seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan dan mimik muka. Untuk memahami karakteristik utama bahasa, Santrock & Yussen mengidentifikasinya sebagai berikut :

  • Setiap bahasa mempunyai kata-kata (word)
  • Urutan kata-kata (sequencing)
  • Infinity generativity yaitu suatu kemampuan individu dalam menghasilkan sejumlah kalimat bermakna yang terbatas dan menggunakan suatu himpunan kata serta aturan yang terbatas, sehingga menjadikan bahasa sebagai suatu perusahaan yang sangat kreatif
  • Displacement adalah penggunaan bahasa untuk mengkomunikasikan informasi tentang sesuatu tempat dan waktu
  • Rule system. Sistem ini dapat disebut juga tatabahasa. Tatabahasa adalah suatu himpunan terbatas dari prinsip-prinsip operasional yang menjelaskan hubungan antara simbol-simbol yang membentuk struktur suatu bahasa.

Jadi bahasa adalah kode atau simbol dan urutan kata-kata yang diterima secara konvensional untuk menyampaikan konsep-konsep atau ide-ide dan berkomunikasi melalui penggunaan symbol-simbol yang disepakati dan kombinasi simbol-simbol yang diatur oleh ketentuan yang ada.


Unsur-unsur Bahasa

Bahasa memiliki seperangkat system yang satu sama lain saling mempengaruhi yaitu :

  • Fonologi merupakan salah satu bagian dari tatabahasa yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa pada umumnya.
  • Morfologi ialah ilmu yang membicarakan morfem serta bagaimana morfem itu dibentuk menjadi kata
  • Sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang mempelajari dasar-dasar dan proses-proses pembentukan kalimat dalam suatu bahasa.
  • Semantik ialah studi mengenai arti suatu perkataan atau kalimat.
  • Pragmatik adalah penggunaan bahasa untuk mengekspresikan intention dan agar seseorang mengerjakan sesuatu.

Perolehan Bahasa Anak
`    Setidaknya terdapat 3 teori utama yang menjelaskan tentang perolehan dan perkembangan bahasa pada anak-anak yaitu :

  • Model Behaviorist

Inti pandangan ini adalah : Language is a function of reinforcement. Orang tua dan guru mengajar anak berbicara dengan memberikan reinforcement (penguatan) sebagai prinsip pendekatan behaviorist terhadap tingkah laku verbal.

  • Model Lingustik

Menurut Chomsky, anak-anak dilahirkan sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk berbahasa. Melalui kontak dengan lingkungan social, kemampuan bahasa tersebut akan tampak dalam perilaku berbahasa. Dan menurut beliau, anak bukanlah suatu tabula rasa, melainkan telah mempunyai faculty of language (kemampuan untuk berkembang atau untuk belajar bahasa)

  • Model Kognitif

Inti dari model ini adalah suatu model kognitif untuk bahasa, yang mencoba menjelaskan bagaimana bahasa itu diproses secara kognitif dan bagaimana manifestasinya dalam tingkah laku.

Aspek-aspek Berbahasa Anak
Yaitu :

  • Kemampuan menggunakan bahasa untuk meyakinkan orang lain agar mau melakukan sesuatu.
  • Potensi yang membantu mengingat atau menghapal, yaitu adanya kapasitas untuk menggunakan alat bantu mengingat informasi, memberi jarak dan suatu urutan menjadi aturan permainan, atau dari suatu perintah menjadi prosedur menggerakkan sesuatu
  • Penjelasan
  • Berbahasa untuk menjelaskan bahasa sendiri

Lingkungan yang Kondusif terhadap Perolehan Bahasa Anak
Menurut Maraat, pendekatan yang dipandang bermanfaat bagi perkembangan bahasa anak, yaitu sebagai berikut :

  • Menggunakan Pendekatan Informal

Pendekatan ini artinya mengajarkan bahasa kepada anak dalam situasi rileks, kadang-kadang sambil bermain

  • Memfokuskan Diri pada Maksud Pembicara

Orang tua, pengasuh atau guru pada umumnya dalam menanggapi ucapan-ucapan bahasa anak lebih memfokuskannya pada apa yang diinginkan anak daripada memperhatikan benar dan tidaknya ucapan. Dengan cara yang demikian, anak akan merasa memperoleh rewards karena orang tuanya memahaminya, dan bahwa ia dapat berkomunikasi serta terpenuhi kebutuhannya. Keberhasilan ini memotivasi anak untuk terus belajar.

  • Harapan akan Keberhasilan

Semua orang tua dan guru mengharapkan anaknya akan mampu berbicara dengan baik pada waktu mereka sudah besar. Mereka tidak terlalu mengkhawatirkan bila mendapatkan anaknya yang masih balita berbicara cadel atau kalimatnya tidak sempurna. Mereka percaya bahwa hambatan-hambatan ini hanya bersifat sementara, tidak menetap dan hanya merupakan bagian dari proses balejar bahasa.

  • Bercirikan Kreativitas

Seorang anak belajar bahasa selalu menggunakan kemampuan kreatifannya, mereka menciptakan kata-kata atau frasa-frasa baru, akan tetapi pada saat yang sama mereka akan kembali ke aturan-aturan social yang sudah baku, terutama bila mereka menyadari bahwa kata-kata/frasa-frasa yang dicipyakannya gagal mengkomunikasikan apa yang mereka maksud/inginkan.

  • Menghargai Keberhasilan

Garu dan Orang tua akan berhasil mengajarkan bahasa kepada anak, apabila mereka menggunakan bahasa itu dalam situasi kehidupan yang riel tanpa suatu niat khusus untuk “mengajar” bahasa dan menerima ketidaksempurnaan serta menghargai keberhasilan anak serta memberikan kesempatan kepada anak untuk berkreasi kata-kata.